Hadi Faizal Meninggal Karena Sakit, Ahli Waris Terima Jaminan Kerja

Posted: Sebulan lalu

BUKITTINGGI, RedaksiSumbar.com – Memasuki H-3 Idul Fitri 1438 H, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bikittinggi kembali menyalurkan santunan senilai Rp 25,2 juta. Penyerahan santunan itu dilakukan di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Payakumbuh, Rabu (21/6). Hadir pada kesempatan itu, Rahmad Fauzi selaku ahli waris almarhum Hadi Faisal.

Informasi yang dihimpun, Hadi Faisal, 34, warga Nankodok, Kelurahan Tigo Koto Baruah, Kecamatan Payakumbuh Utara, merupakan Tenaga Harian Lepas (THL) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Payakumbuh yang meninggal pada awal Januari lalu. Semasa hidupnya, Hadi Faisal telah bekerja selama satu tahun dua bulan sebagai unit pengamat jalan DPUPR Payakumbuh. Almarhum meninggal dunia karena sakit.

Atas musibah itu, santunan yang didapat oleh keluarga Hadi Faisal bernilai total Rp 25.208.370 meliputi Jaminan Kematian (JKm) sebesar Rp 24 juta, ditambah jaminan hari tua (JHT) sebesar Rp 1.208.370. Penyerahan jaminan kerja itu dilakukan secara simbolis dipimpin langsung oleh Kepala Kantor BPJS TK Cabang Bukittinggi, Brahma Dewobroto didampingi Sekretaris DPUPR Payakumbuh, Sri Joko Purwanto.

“Kami mengapresiasi Pemko Payakumbuh terutama DPUPR Payakumbuh yang sudah membayar iuran secara rutin. DPUPR juga menjadi salah satu instansi yang sudah mengikuti tiga program sekaligus, semoga hal positif ini dapat diikuti oleh dinas dan instansi lainnya,” kata Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bukittinggi, Brahma Dewobroto.

Atas pemberian dana santunan itu, dia berharap keluarga yang ditinggalkan dapat membuka lembaran kehidupan yang baru. Kehilangan kepala keluarga diharapkan tidak membuat ahli waris berputus asa dan menjadi keluarga yang masuk dalam kategori tidak mampu.

“Semoga dapat dimanfaatkan untuk modal usaha,” tuturnya.

Dia menjelaskan, jaminan kecelakaan kerja adalah salah satu program yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan untuk melindungi segenap pekerja di seluruh pelosok Indonesia.

“Jika seorang pekerja mengalami kecelakaan kerja dan berakibat meninggal dunia, maka ahli waris berhak mendapat santunan sebesar 48 kali dari gaji yang dilaporkan perusahaan ke BPJS Ketenagakerjaan,” katanya pula.

Atas santunan itu, Rahmat Fauzi selaku ahli waris merasa sangat bersyukur atas apa yang telah diterimanya itu. “Kami sangat berterima kasih kepada prusahaan karena telah mendaftarkan anggota keluarga kami jadi pserta BPJS Ketenagakerjaan. Semoga uang ini akan membantu prekonomian keluarga,” ucapnya.

Sekretaris DPUPR Payakumbuh, Sri Joko Purwanto menyebut dengan adanya jaminan kerja dari BPJS Ketenagakerjaan, dia berharap pekerja dapat lebih tenang dalam bekerja. Terkait kepesertaan dalam BPJS Ketenagakerjaan, Sri Joko Purwanto menjelaskan pihaknya mendaftarkan seluruh THL, Honorer dan tenaga kontrak di DPUPR Payakumbuh meliputi tiga program yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Kematian (JK).

“DPUPR Payakumbuh sebagai salah satu instansi pemerintahan di Pemko Payakumbuh yang mengikutkan tiga program sekaligus. Ada sebanyak 59 THL dan tenaga honorer yang diikutkan,” katanya. [Loni Hendri]