BPJS Ketenagakerjaan Laporkan 10 Perusahaan Bandel di Bali

Posted: 4 bulan lalu

KBRN, Denpasar : Banyak cara dilakukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan untuk mengatrol kepesertaan. Tidak hanya formal, tenaga kerja informal pun dibidik.

Data terakhir atau hingga Mei 2017, kepesertaan berada diangka 5.763 perusahaan, dengan 220.733 tenaga kerja formal, dan 7.739 tenaga kerja informal.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bali Denpasar, Novias Dewo kepada wartawan di Denpasar, Jumat (16/6/2017) mengungkapkan, potensi tenaga kerja di Bali sebanyak 2,1 juta, dan di 5 wilayah (Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Tabanan, Jembrana, dan Buleleng) sebanyak 500-an ribu tenaga kerja. Beberapa pemicu disebut menjadi penyebab masih rendahnya tingkat kepesertaan.

"Mungkin karena ya bisa jadi karena ada informasi yang belum sampai. Bisa juga sudah sampai, tetapi awareness-nya kurang," ucapnya.

Novias Dewo mengatakan, perusahaan bandel juga mengakibatkan beberapa tenaga kerja di Bali belum menjadi peserta. Menyikapi kondisi itu, BPJS Ketenagakerjaan disebut telah menyerahkan data 10 perusahaan bandel ke Kejaksaan Negeri Denpasar untuk segera diproses sesuai aturan formal yang berlaku.

"Kita juga sudah beberapa yang melakukan kerjasama dengan kejaksaan. Jadi terhadap perusahaan-perusahaan yang mungkin kategori belum sadar, kita serahkan ke kejaksaan, kita buatkan surat kuasa khusus, dari kejaksaan lah yang nanti menindaklanjuti ya," ungkapnya.

Disinggung soal pencairan dana sejumlah program, Novias Dewo mengaku terjadi peningkatan untuk beberapa program seperti Jaminan Hari Tua. Ia mengemukakan hingga Mei 2017, pencairan Jaminan Kecelakaan Kerja sebesar Rp. 5,3 miliar dengan 452 kasus, Jaminan Hari Tua (JHT) 6.927 kasus dengan nominal lebih dari Rp. 89 miliar, Jaminan Kematian (JKM) 105 kasus, santunan sebesar Rp. 2,9 miliar, dan Jaminan Pensiun dengan nominal Rp. 348 juta lebih, diberikan kepada 307 peserta.