BPJS Ketenagakerjaan Gandeng BPS Tingkatkan Jumlah Peserta

Posted: 5 bulan lalu

Metrotvnews.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menjalin kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) guna meningkatkan jumlah kepesertaan. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman antara Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto dengan Kepala BPS Suhariyanto.

"Kita butuh data-data yang valid untuk mengetahui potensi ketenagakerjaan yang akan menjadi peserta BPJS ketengakerjaan," ujar Agus, di Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan, Jakarta, Senin 15 Mei 2017.

Agus menuturkan, kerja sama kedua badan tersebut mencakup kesepakatan tentang penyediaan, pemanfaatan, serta pengembangan data dan informasi. Data dari BPS dinilai penting untuk mengetahui memetakam potensi kepesertaan BPJS diseluruh Indonesia.

"Kita secara general ingin tahu total tenaga kerja yang ada di Indonesia berapa yang berpotensi utk menjadi peserta, angka pegawai negeri, TNI/Polri dan umurnya di bawah 15 tahun, pekerja paruh waktu sehingga dibagi lagi berapa yang formal dan dan informal ini berguna untuk membuat strategi kita," beber dia.

Selain itu, data statistik juga dibutuhkan untuk memproyeksikan dan mengantisipasi kendala dari program dana pensiun. Khususnya untuk mensukseskan program gerakan Indonesia melingkaran bagi pekerja informal dengan gaji pas-pasan.

"Kantong-kantongnya di mana sehingga di situ kita bisa buat satu kebijakan dan kita bisa buat program pensiun. Ini kita sangat butuhkan data statistik apakah dengan kondisi ketenagakerjaan saat ini seperti apa dan nanti proyeksinya seperti apa," tambahnya.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, pihaknya membuka lebar pintu kerja sama mengingat BPS memang bertindak sebagai penyedia data. "Beberapa data terkait kondisi tenaga kerja dihasilkan dari Survey Angkatan Kerja Nasional yang digelar dua kali setahun," ungkap dia.

BPS mencatat, jumlah pekerja Indonesia mencapai 124,5 juta orang pada Februari 2017 yang tersebar dalam 15 lapangan usaha. Jumlah tersebut dipimpin sektor pertanian sebesar 32 persen diikuti sektor perdagangan dan penyedia akomodasi serta makanan.

"Paling besar pertanian 32 persen kemudian perdagangan dan penyedia akomodasi dan rumah makan," ungkap dia.

Adapun BPJS Ketenagakerjaan telah merangkul peserta aktif sebanyak 22,6 juta pada kuartal pertama tahun 2017 dengan potensi jumlah tenaga kerja mencapai 86 juta orang.