19 BUMN Belum Ikut Program Pensiun BPJS Ketenagakerjaan

Posted: 5 bulan lalu

AKURAT.CO - Pemerintah mengungkapkan bahwa masih banyak BUMN yang belum masuk atau mengikuti program pensiun dari BPJS ketenagakerjaan.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Umum dan SDM BPJS ketenagakerjaan Naufal Mahfudz pada konfrensi pers dengan wartawan terkait acara Pension Day yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Kamis (20/4).

"Ada 19 BUMN yang belum ikuti program jaminan pensiun. Kami dan Kemenaker sedang inventaris. Pada tahun 2015 ada 40 BUMN belum ikut lalu tahun 2016 ada sekitar 30 dan tahun 2017 ada 19 BUMN," ujar Naufal.

Ia juga menjelaskan alasan kenapa BUMN banyak yang tidak ikut program pensiun karena masih ada beberapa BUMN yang hanya mengikuti 2 program saja dari BPJS Ketenagakerjaan padahal BPJS mempunyai 3 program untuk melindungi tenaga kerja, seperti Jaminan Kecelakaan kerja, Kematian, dan Hari tua.

"Jadi sebetulnya sosialisasi dan edukasi harus menjadi alat kami," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Eksekutif Pengawas IKNB OJK Firdaus Djaelani juga mengungkapkan bahwa batas BUMN mengikuti program pensiun BPJS ketenagakerjaan adalah tahun 2019.

"Namun memang UUnya menyatakan paling lambat 2019. Jadi biasa, mereka masih menunggu. Karena umumnya mereka sudah mengelola dana pensiun sendiri," kata dia.

Tapi tetap OJK masih mendorong Kementerian BUMN agar terus mengajak seluruh perusahaan BUMN untuk bergabung dalam program pensiun BPJS ketenagakerjaan.

"Kami akan terus mendorong Menteri BUMN untuk mengikutkan perusahaan BUMN pada program pensiun BPJS kalau lebih dana nya juga bisa dimasukkan ke DPLK," tandasnya.