Total Aset Program Dana Pensiun di RI Capai Rp175 Triliun

Posted: Sebulan lalu

VIVA.co.id – Program jasa keuangan jaminan pensiun, dicatat sudah ada di Indonesia sejak 1992, atau 25 tahun lalu. Namun, disayangkan pelaksanaannya masih belum masif.

Perkumpulan Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) mencatat, pertumbuhan program pensiun di dalam negeri sangat rendah. Salah satunya, karena munculnya program Jaminan Hari Tua (JHT), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

"Program ini mengimplementasikan UU Dana Pensiun. Supervisi di bawah OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Awalnya, sifatnya sukarela, dalam pertumbuhan lambat jumlah kelembagaan dan total aset," ungkap Ketua Perkumpulan ADPI, Mudjiharno M. Sudjono di Le Meridien Jakarta, Kamis 20 April 2017.

Mudjiharno menjabarkan, aset dana pensiun pada 2015, mencapai sebesar Rp158 triliun dan naik pada 2016, menjadi sebesar Rp175 triliun. Sementara itu, jumlah anggotanya menurun dari 2015, 230 anggota menjadi 222 pada 2016.

"Total aset seluruhnya ada sedikit pertumbuhan. Pertumbuhan lambat itu, tidak hanya disebabkan oleh BPJS Ketenagakerjaan, tetapi juga rendahnya kesadaran pribadi maupun perusahaan untuk memberikan kesejahteraan di masa pensiun," ujarnya.

Menurutnya, diperlukan penggiatan sosialisasi penggunaan program dana pensiun yang selama ini dilakukan kurang optimal. Adanya pembukaan Pension Day 2017 saat ini, sangat berarti sebagai memasifkan penerapannya hingga ke daerah-daerah melalui komisionaris daerah ADPI.