Terjepit Lift saat Bekerja, Santoso dapat Pendampingan BPJS Ketenagakerjaan

Posted: 2 bulan lalu

TRIBUNJATENG.COM - Melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) Return to Work, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Majapahit Semarang mendampingi korban kecelakaan kerja agar dapat kembali bekerja.

Satu di antara kasus yang ditangani adalah kasus kecelakaan kerja yang dialami Puji Santoso, karyawan PT Hartono Istana Teknologi (Polytron).

Puji Santoso yang ditempatkan di bagian suplai barang antar bagian mengalami kecelakaan kerja terjepit lift barang pada saat akan melakukan pengecekan stok.

Dalam kondisi tidak sadarkan diri, korban dilarikan ke RS Islam Sultan Agung yang telah menjadi salah satu Rumah Sakit kerjasama Trauma Centre BPJS Ketenagakerjaan.

Puji Santoso menyampaikan, penanganan dan pelayanan yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan serta RS Islam Sultan Agung sangat baik hingga saat ini.

"Saya masih harus fisioterapi 2 kali dalam seminggu sesuai dengan jadwal yang diberikan oleh dokter," dalam rilisnya yang diterima Tribun Jateng, Kamis (16/3/2017).

Puji mengaku, sudah ada perkembangan pemulihan dari cidera leher yang dialaminya karena terjepit lift barang.

"Alhamdulillah perkembangannya sangat bagus karena awal fisioterapi saya tidak bisa bergerak sama sekali hingga sekarang sudah bisa berjalan kembali," tutur Puji.

Manager Kasus BPJS Ketenagakerjaan Majapahit Semarang, Ari Novi Nugroho, mengatakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan pendampingan bagi tenaga kerja yang mengalami kecelakaan kerja.

Kali ini kunjungan kepada Puji Santoso, yang diharapkan dapat segera pulih dan kembali bekerja.

"Kami akan melakukan pendampingan pada pak Puji hingga beliau bisa bekerja kembali. Pada dasarnya BPJS Ketenagakerjaan melalui program JKK Return to Work akan memberikan perhatian lebih dalam penanganan kecelakaan kerja, memastikan juga bisa bekerja kembali setelah kejadian ini," ujar Ari Novi.

Koordinasi akan terus dilakukan BPJS Ketenagakerjaan dengan Rumah Sakit Kerjasama dan pihak perusahaan dalam menangani kasus kasus kecelakaan kerja yang membutuhkan penanganan khusus sehingga ke depannya pekerja akan lebih terlindungi apabila mengalami resiko kerja.