Perusahaan Wajib Ikutkan Karyawan dalam BPJS Ketenagakerjaan

Posted: 2 bulan lalu

antarajateng.com - Pengelola perusahaan wajib menyertakan para karyawannya dalam program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan guna memberikan jaminan kesejahteraan terhadap mereka, kata Kepala Kantor Wilayah BPJS Jawa Tengah-DIY Irum Imantara.

"Dari 1.105 perusahaan yang ada di wilayah kerja BPJS Pekalongan, baru sekitar 47 persen," katanya usai kegiatan "Silaturahmi BPJS Ketenagakerjaan dan Apindo seluruh eks-Keresidenan Pekalongan" di Pekalongan, Rabu.

Ia menjelaskan BPJS bekerja sama dengan kejaksaan negeri akan melakukan tahapan penindakan kepada perusahaan yang tidak mengikutsertakan keryawannya pada program BPJS Ketenagakerjaan.

"Kami akan melakukan penindakan teguran dan sesuai regulasi. Setelah itu, kami baru akan melakukan tindakan tegas untuk diserahkan masalah itu pada kejari," katanya.

Ia mengatakan BPJS Ketenagakerjaan ingin menggali informasi dari Apindo terkait dengan solusi atas masalah tersebut agar pengusaha dapat lebih bijaksana dalam melindungi hak dan kesejahteraan pekerja.

"Kami akan edukasi ke perusahaan agar bisa mematuhi undang-undang yang ada. Itu langkah pertama kami," katanya.

Apabila hal itu belum efektif, katanya, BPJS akan memberikan surat peringatan satu hingga surat teguran kedua, atau sesuai regulasi.

"Jika hal itu tak juga ditanggapi maka BPJS Ketenagakerjaan akan bekerja sama dengan kejari pada masing-masing wilayah untuk menindaklanjuti sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku," katanya.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten PekalonganKajen Yeni Trimulyani mengatakan kejari siap bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan nota kesepahaman yang sudah dilakukan di tingkat pusat.

"Ada beberapa tahapan atau langkah yang dilakukan kejari bagi perusahaan yang membandel. Pertama akan dilakukan sosialisasi dan selanjutnya jika dalam evaluasi tidak ada progres terhadap tingkat kepatuhan maka akan dilakukan pemanggilan terhadap perusahaan yang bersangkutan," katanya.