BPJSTK Pastikan Peserta yang Alami Kecelakaan Bisa Kembali Bekerja

Posted: 4 bulan lalu

Portallampung.co - BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) menargetkan 30.000 perusahaan untuk ikut aktif dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)- Return to Work (RTW). Program ini untuk memastikan pekerja bekerja kembali pasca terjadinya kecelakaan kerja yang mengakibatkan kecacatan atau disabilitas.

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif mengatakan, hingga akhir Februari 2017 total perusahaan yang telah mendukung program RTW sebanyak 16.343. Adapun jumlah kasus yang ditangani dalam program RTW mencapai 326 kasus.

"Kami ingin memastikan semua peserta yang mengalami kecelakaan kerja bisa bekerja kembali meskipun dengan keterbatasan fisik yang diderita. Program ini sangat bermanfaat bagi mereka dan bahkan bisa memberikan keterampilan baru," ujar Krishna di Jakarta.

Menurut dia, untuk bisa mengoptimalkan program JKK-RTW, pihaknya saat ini terus bekerja sama dengan ribuan rumah sakit di berbagai daerah untuk mendirikan trauma center.

Saat ini keberadaan Rumah Sakit Trauma Center (RSTC) yang bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan sudah mencapai 3.943 unit. "Targetnya untuk tahun 2017 akan kami buat 7.000 unit RSTC," sebutnya.

Krishna mengatakan, selain trauma center, BPJS Ketenagakerjaan juga memikirkan untuk membangun rehab center di rumah sakit. Pembangunan rehab center akan didanai BPJS Ketenagakerjaan bekerja sama dengan rumah sakit.

"Kalau ada rumah sakit yang punya tanah, mungkin bisa bekerja sama dengan kami untuk bangun rehab center ," sebutnya.

Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Wilayah DKI Jakarta Endro Sucahyono, yang juga hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa saat ini pihaknya sudah menggandeng sekitar 71 rumah sakit trauma center , 95 klinik/ faskes TC dan 7 BLKD atau pusat pelatihan yang ada untuk memudahkan para pekerja mendapatkan pelayanan terbaik.

"Sepanjang tahun 2016, BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah DKI Jakarta telah menangani kasus kecelakaan kerja sebanyak 5.093 kasus dan 82% di antaranya merupakan peserta pria," kata Endro.

Dari jumlah tersebut, lanjutnya, sebanyak 60 peserta telah mengikuti program JKK-RTW, dengan 45 peserta sudah bekerja kembali, sementara sisanya masih menjalani terapi,"tambahnya.