Dewas BPJS Ketenagakerjaan Dorong Perluasan Kepesertaan

Posted: 10 bulan lalu

Ketua Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Ketenagakerjaan Guntur Witjaksono mengatakan, sampai dengan Desember 2016, Dewas telah menyampaikan kepada Direksi paling tidak 62 rekomendasi yang terdiri atas berbagai aspek, di antaranya peningkatan Kepesertaan dan Pelayanan.

"Untuk hal ini Dewas mendorong kerjasama dengan berbagai Lembaga Pemerintah di Pusat dan Daerah dalam rangka perluasan kepesertaan, khususnya pekerja informal Bukan Penerima Upah (BPU). Jumlah total kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan (aktif dan non-aktif) mencapai 47.018.725 orang sampai November 2016," kata Guntur di Jakarta, Senin (9/01/2017) malam.

Sementara jumlah peserta pekerja BPU, menurutnya, baru mencapai 912.553 orang (1.9 % dari total kepesertaan). Jumkah itu masih jauh dari jumlah total pekerja informal di Indonesia (sekitar 70,3 juta orang) sehingga ke depan BPJS Ketenagakerjaan menargetkan ada penambahan satu juta peserta informal.

Selain itu Guntur mengemukakan tentang usulan revisi batas usia maksimum kepesertaan pekerja BPU dari usia 56 tahun hingga batas usia harapan hidup. Hal ini karena masih terbuka potensi pekerja mandiri di atas 56 tahun diantaranya pekerja seni, petani, pedagang, dan sebagainya) yang dapat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Disamping itu, Guntur bersama enam anggota Dewas lainnya di antaranya Pumpida Hidayatullah dan Rekson Silaban menuturkan, perbaikan sistem pelayanan pengaduan perlu dilakukan agar memenuhi standar prima pelayanan publik. "Ini mengingat jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan hak seluruh pekerja Indonesia, kami mendorong agar pada ulang tahun BPJS Ketenagakerjaan ke 40 mendatang, pelayanan di seluruh kabupaten/kota di Indonesia dapat diresmikan," tandasnya.